Kotak Hitam ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan di Maros

by -5 Views
klik disini

Kotak Hitam ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan di Maros

MAKASSAR — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan black box atau kotak hitam dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi setelah beberapa hari tim pencari bekerja keras menembus medan pegunungan dan cuaca yang buruk untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan penumpang dan kru pesawat tersebut.

Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa.
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu

Baca Juga : Polisi Gagalkan Pengiriman 19 TKI Ilegal ke Malaysia

Perkembangan Pencarian Black Box

Black box ditemukan di bagian ekor pesawat oleh tim SAR gabungan bersama relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Tonasa dalam operasi pencarian yang berlangsung intensif sejak jatuhnya pesawat pada 17 Januari 2026. Penemuan kotak hitam ini menjadi titik balik penting dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) karena perangkat ini menyimpan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang bisa memberikan data rinci tentang kondisi penerbangan sebelum kecelakaan.

Meskipun demikian, evakuasi black box belum selesai sepenuhnya karena medan yang sangat curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah memerlukan kehati-hatian ekstra dari tim di lokasi. Proses pengangkatan kotak hitam perlu dilakukan secara hati-hati agar perangkat itu tidak rusak sebelum dianalisis lebih lanjut oleh KNKT.

Pentingnya Black Box untuk Investigasi

Black box adalah salah satu elemen krusial dalam investigasi kecelakaan pesawat, karena mampu memberikan rekaman lengkap tentang parameter teknis penerbangan dan percakapan di dalam kokpit. Informasi ini sangat penting untuk memahami apa yang terjadi dalam detik-detik penerbangan sebelum pesawat kehilangan kontak dan kemudian jatuh. Tanpa black box, penyelidikan hanya akan bergantung pada bukti fisik di lokasi kecelakaan yang bisa saja terfragmentasi oleh benturan dan kondisi medan.

Selain penemuan black box, tim SAR juga masih terus berupaya mengevakuasi korban lain dan bagian-bagian tubuh pesawat yang tersebar di lereng gunung. Evakuasi ini dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan yang tergabung dalam operasi pencarian. Pemulihan korban dan bukti fisik ini akan melengkapi analisis investigasi KNKT.

KNKT Lanjutkan Investigasi Penyebab Kecelakaan

Setelah penemuan black box, KNKT diperkirakan akan segera memulai analisis data perekam penerbangan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ATR 42-500 ini. Sebelumnya, KNKT sempat menyatakan bahwa kecelakaan tersebut masuk kategori Controlled Flight Into Terrain (CFIT) — yakni kecelakaan di mana pesawat yang masih berada di bawah kendali pilot justru menabrak permukaan tanah atau gunung karena faktor lingkungan atau navigasi, namun penyebab pastinya belum bisa dipastikan tanpa black box.

Kepala KNKT juga menyebutkan bahwa meskipun pesawat ATR 42-500 dilengkapi alat peringatan dini Terrain Awareness and Warning System (TAWS), analisis apakah alat tersebut berfungsi dengan benar khusus akan diketahui setelah interpretasi data dari black box selesai — sebuah langkah penting untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.

klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.